Sampai Jumpa Ayah

I really am blessed, no matter how rocky life is, I still feel that there are so much to be grateful for in my life. 

Kakek yang selalu aku panggil 'Ayah' meninggalkan kami tanggal 30 Maret kemarin. Belum ada waktu untuk menulis sesuatu tentang ini, karena pada saat itu kesibukan untuk belajar sangat menyita banyak waktuku mengingat dua minggu setelah itu UN akan diselenggarakan. Hal ini mengingatkanku tentang kematian Papa pada tahun 2008 yang juga terjadi menjelang UN sekolah dasarku. 

Aku ingat saat aku masih kecil, Ayah selalu memangkuku dan melantunkan lagu shalawat Nabi yang memang menjadi budaya betawi. Seiring aku tumbuh, aku melihat Ayah menua, walaupun begitu Ayah tetap tegas dan penuh wibawa. Sampai pada akhirnya kondisi Ayah memburuk dengan penyakit diabetesnya yang sudah tidak bisa dikontrol lagi, ditambah lagi Ayah adalah seorang perokok berat. 

Kondisinya memburuk dengan cepat sampai kemudian dia harus kehilangan kedua kakinya. Ayah menjadi sangat bergantung kepada kursi roda dan harus menjalani kesehariannya di atas tempat tidur rumah sakit di rumahnya sendiri. Dari kondisi seperti itu, Ayah menjadi sangat pasif dan lama kelamaan sudah sangat susah berkomunikasi dengan Ayah. Hal ini berlangsung selama kurang lebih dua tahun. 

Ayah meninggal pada hari Minggu, dan aku merasa sangat beruntung karena pada hari Sabtu aku sempat menemui beliau. Karena sudah sangat mendekati UN, aku merasa bertanggung jawab sebagai seorang cucu untuk meminta doa dan restu dari Ayah, lagipula aku juga mempunyai urusan dengan tanteku dan kami akan bertemu di rumah Ayah. Saat itu aku memasuki kamarnya dan meminta doa ke Ayah jadi aku menghabiskan waktu cukup lama untuk mengobrol dengan Ayah. Sayangnya, pada saat itu Ayah sudah tidak bisa lagi mengerti ucapanku. Walaupun begitu, hatiku menjadi tenang saat melepasnya karena aku sudah sempat meminta doanya. 

That's why I feel so blessed.

Menakutkan sekali saat mengetahui esoknya Ayah meninggal. Bayangkan kagetnya saat aku mendapat berita itu, padahal kemarin aku baru saja bertemu dengan beliau. Aku shock dan langsung menangis di mobil, untung pada saat itu ada kakak sepupuku jadi aku dapat menjaga tangisanku. Aku langsung putar balik mobil dan menuju ke rumah Ayah. 

Kita semua merasa, it was probably all for the best. Ayah sudah cukup lama sakit, dan mungkin Allah SWT telah menyelamatkan Ayah dari sakit yang jauh lebih parah. 

Sampai jumpa Ayah, 

Rifa

Comments

Popular Posts